Back to Campus, Success Story Olivia Monika ber-EYL

Rabu, 07 Maret 2018 15:17 WIB

Ada yang berbeda pagi itu, kamis (1/3) di kelas English for Young Learners (EYL) yang diikuti oleh 49 mahasiswa program studi (prodi) pendidikan bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang sebagian besar perempuan itu. Kelas yang pagi itu biasanya sepi, kali ini dimulai dengan gerak dan lagu opening classroom password berbahasa Inggris yang dipimpin langsung oleh Olivia Monica, sang bintang tamu.
 
Bertempat di Ruang Kuliah Bersama (GKB) 4 UMM, pagi itu Olive, sapaan akrabnya sengaja diundang untuk berbagi pengalaman mengajar EYL. Rasa gembira tampak dari wajah Olive pagi itu, karena keberadaannya di kelas itu mengingatkannya akan nostalgia mengikuti kelas EYL lima tahun lalu.
 
Mahasiswa pun menyimak dengan seksama cerita yang disampaikan oleh Olive, yang sambil sesekali menunjukkan foto-foto kegiatan mengajarnya di First Step, sebuah lembaga kursus bahasa Inggris untuk anak.
 
"Mengajar bahasa Inggris anak-anak usia dini itu sangat menantang, kita harus sabar," ujarnya. Mahasiswa semester akhir Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang (UM) ini, selalu mendapatkan kelas untuk pre- school. Hal ini karena ia telah mendapatkan pengalaman sebagai guru bahasa Inggris anak pada saat ia harus praktik mengajar
pada mata kuliah EYL di UMM. 
 
"Pembelajar usia dini itu sangat unik, mereka kadangkala seperti tidak memperhatikan apa yang kita ajarkan, tapi pada saat yang tidak kita sangka mereka tiba-tiba menggunakan bahasa Inggris yang pernah diajarkan. Pengalaman menggunakan bahasa lebih penting daripada harus menyelesaikan apa yang tertera dalam lesson plan," paparnya.
 
Beberapa mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini dengan menanyakan beberapa pertanyaan tentang EYL. Misalnya, ada yang menanyakan bagaimana apabila ada siswa yang menangis, bolehkah guru memberinya permen. Dengan tegas ia sampaikan bahwa di situlah seninya mengajar EYL, bahasa Inggris saja tidak cukup, tapi kemampuan memahami kondisi psikologis anak sangat penting. Dengan membiarkannya tetap menangis sambil diajak berdialog
sampai anak menjadi nyaman adalah jalan keluarnya, daripad memberinya sebuah permen.
 
Soal prosentase penggunaan bahasa Inggris untuk siswa imut-imutnya, Olive mantap menegaskan bahwa semakin besar prosentase bahasa Inggris semakin baik bagi pembiasaan berbahasa.
 
"Dulu ketika dijelaskan dosen EYL bahwa kita harus berani menantang anak-anak agar berani menggunakan bahasa Inggris, saya sempat ragu. Jujur karena saya belum banyak praktek waktu itu. Tapi sekarang saya sudah buktikan.  Jadi menjelaskan kosakata bisa dilakukan dengan bahasa Inggris sederhana dan gerakan," jelasnya.
 
Olive berharap EYL ini terus jadi penciri dari prodi pendidikan bahasa Inggris UMM karena banyak kampus yang menawarkan mata kuliah pilihan tapi tidak se all out di UMM. Pengampu mata kuliah EYL, Rina Wahyu Setyaningrum menegaskan bahwa, "UMM menyiapkan mahasiswa mulai dari teori pembelajaran EYL sampai praktek penyelenggaraan kelas EYL. Ketika lulus mata kuliah EYL 1 dan EYL 2, siswa sudah siap terjun mengajar maupun membuka program EYL secara mandiri."
 
Ditutup dengan mengajak seluruh mahasiswa menyanyi lagu bertajuk Thank You, Olive menyudahi sharing sessionnya pagi itu.(rin)

Shared: